GRATIS CARI UANG

readbud - get paid to read and rate articles
https://359.sitti.co.id/adv_referral.php?refid=AC0018723

Senin, 11 Juni 2012

Konjen Jepang Prioritaskan Anak Muda (Jawa Pos)

”Berikan aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. Kata penuh semangat yang disampaikan presiden pertama RI Soekarno tersebut seakan menahbiskan bahwa pemuda adalah sumber harapan. Prinsip itu pula yang ingin diterapkan Konjen Jepang untuk Surabaya Noboru Nomura dalam pelaksanaan tugasnya di Metropolis.
Hal tersebut dikatakan Nomura saat mengunjungi Kantor Redaksi Jawa Pos di Graha Pena Surabaya kemarin (5/6). Ditemui direktur Jawa Pos Holding Nany Wijaya, Pemimpin Redaksi Jawa Pos Leak Kustiya, dan Kepala Koordinator Liputan Arief Santosa, Nomura menyatakan bahwa selama masa baktinya di Surabaya, dia akan banyak melibatkan kaum pemuda. ”Salah satunya lewat jalur pendidikan. Yakni, pemberian beasiswa mulai S1 hingga S3,” katanya.
Pria yang fasih berbahasa Indonesia tersebut menuturkan, dengan menggandeng anak muda, segala pekerjaan bisa dilakukan dengan baik. ”Anak muda memiliki kekuatan yang luar biasa,” sambung pria lulusan Hubungan Internasional Universitas Indonesia itu.
Selain membahas tentang dibukanya kesempatan menempuh pendidikan di Negeri Sakura bagi putra-putri Indonesia, banyak hal lain yang dibicarakan. Di antaranya, pengalokasian dana 40 juta yen dari pemerintah Jepang yang akan digunakan untuk membiayai lima proyek kemanusiaan di tiga provinsi di negeri ini, yakni Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.
Nanti dana tersebut akan diberikan bagi mereka yang mengajukan proposal. Pengajuan proposal sendiri dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama untuk dua proyek di-deadline hingga Juli mendatang. Kemudian, tahap kedua bagi tiga proyek ditunggu hingga Oktober 2012. ”Sejauh ini, kami sudah menerima 63 proposal. Mayoritas dari Jawa Timur. Dari dua provinsi yang lain belum banyak,” kata Nomura yang anak bungsunya, Mayumi Nomura, lahir di rumah sakit RKZ (RS St.Vincentius A Paulo) Surabaya pada 1985 itu.
Dalam kunjungan tersebut, tidak hanya hal serius yang dibincangkan. Obrolan yang ditemani secangkir teh panas dan pisang goreng hangat itu juga membicarakan kenangan masa lalu Nomura yang pernah dua kali bertugas di Surabaya, yakni pada 1983–1986 dan 2000–2003), serta tentang kebudayaan dan olahraga di Negeri Matahari Terbit. Salah satunya sumo.
”Saat ini semakin banyak orang Jepang yang tidak mau bermain sumo. Sebab, selain aktivitasnya berat, gajinya pun kecil. Beda jauh dengan olahragawan lain seperti sepak bola,” jelasnya. Selain mengunjungi Kantor Redaksi Jawa Pos, Nomura diajak melihat secara langsung proses pengambilan gambar di JTV (Jawa Pos Group). (nji/c14/tia)”Berikan aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. Kata penuh semangat yang disampaikan presiden pertama RI Soekarno tersebut seakan menahbiskan bahwa pemuda adalah sumber harapan. Prinsip itu pula yang ingin diterapkan Konjen Jepang untuk Surabaya Noboru Nomura dalam pelaksanaan tugasnya di Metropolis.
Hal tersebut dikatakan Nomura saat mengunjungi Kantor Redaksi Jawa Pos di Graha Pena Surabaya kemarin (5/6). Ditemui direktur Jawa Pos Holding Nany Wijaya, Pemimpin Redaksi Jawa Pos Leak Kustiya, dan Kepala Koordinator Liputan Arief Santosa, Nomura menyatakan bahwa selama masa baktinya di Surabaya, dia akan banyak melibatkan kaum pemuda. ”Salah satunya lewat jalur pendidikan. Yakni, pemberian beasiswa mulai S1 hingga S3,” katanya.
Pria yang fasih berbahasa Indonesia tersebut menuturkan, dengan menggandeng anak muda, segala pekerjaan bisa dilakukan dengan baik. ”Anak muda memiliki kekuatan yang luar biasa,” sambung pria lulusan Hubungan Internasional Universitas Indonesia itu.
Selain membahas tentang dibukanya kesempatan menempuh pendidikan di Negeri Sakura bagi putra-putri Indonesia, banyak hal lain yang dibicarakan. Di antaranya, pengalokasian dana 40 juta yen dari pemerintah Jepang yang akan digunakan untuk membiayai lima proyek kemanusiaan di tiga provinsi di negeri ini, yakni Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.
Nanti dana tersebut akan diberikan bagi mereka yang mengajukan proposal. Pengajuan proposal sendiri dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama untuk dua proyek di-deadline hingga Juli mendatang. Kemudian, tahap kedua bagi tiga proyek ditunggu hingga Oktober 2012. ”Sejauh ini, kami sudah menerima 63 proposal. Mayoritas dari Jawa Timur. Dari dua provinsi yang lain belum banyak,” kata Nomura yang anak bungsunya, Mayumi Nomura, lahir di rumah sakit RKZ (RS St.Vincentius A Paulo) Surabaya pada 1985 itu.
Dalam kunjungan tersebut, tidak hanya hal serius yang dibincangkan. Obrolan yang ditemani secangkir teh panas dan pisang goreng hangat itu juga membicarakan kenangan masa lalu Nomura yang pernah dua kali bertugas di Surabaya, yakni pada 1983–1986 dan 2000–2003), serta tentang kebudayaan dan olahraga di Negeri Matahari Terbit. Salah satunya sumo.

Rabu, 06 Juni 2012

Industri Telekomunikasi Tumbuh, Tapi Lambat

Jakarta - Industri telekomunikasi di Indonesia diprediksi akan terus tumbuh walau berjalan lambat. Menurut Ketua Asosiasi Telepon Seluler Indonesia (ATSI) Sarwoto Atmosutarno, pertumbuhan dari tahun lalu hanya 1%.

"Pertumbuhan di telekomunikasi diprediksi akan mencapai 8%, atau paling tinggi 9% untuk tahun ini. Naik dibandingkan tahun lalu berkisar 7%," tukas Sarwoto, di sela-sela pembukaan Indonesia Cellular Show & Festival Komputer Indonesia 2012, di Jakarta Convention Center, Rabu (6/6/2012).

Sarwoto menambahkan, dari pertumbuhan industri telekomunikasi tersebut pemasukan terbesar berasal dari layanan data. Dimana angkanya bisa mencapai 20% dari pendapatan setiap operator.

"Strategi persaingan akan berubah, dari yang basic ke mobile data. Sebesar 20% pendapatan operator akan mengalir dari layanan data. Total yang dihasilkan dari industri telekomunikasi ini sendiri mencapai Rp 200 trilun untuk tahun lalu," jelas mantan Direktur Utama Telkomsel tersebut.

Perangkat 3G akan berperan penting untuk pemasukan layanan data kepada opereator. Pasalnya, banyaknya device 3G bisa dibilang 'lapar' bandwidth. Di sisi lain akan memaksa operator semakin banyak membangun jaringannya.( ash / ash )


detik

Sabtu, 02 Juni 2012

Habibie: Sukhoi Itu Perusahan Pesawat Tempur

Perusahaan pesawat tempur dan pesawat komersil memiliki karakteristik berbeda

VIVAnews - Mantan Presiden BJ Habibie menilai Sukhoi sebagai perusahaan pembuat pesawat tempur memiliki karakteristik berbeda dengan produsen pesawat komersil.

"Bagi saya, Sukhoi itu adalah perusahaan pesawat terbang tempur. Itu saya tahu," kata Habibie di Jakarta, Sabtu, 2 Juni 2012.

Menurutnya pesawat tempur memiliki kriteria yang pertama adalah misi. Dalam keadaan apapun harus memenangkan pertempuran. Kedua, keamanan yaitu dalam keadaan apapun sedapat mungkin manusia tidak menjadi korban. Ketiga adalah masalah biaya.

Sedangkan untuk pesawat komersial hal pertama yang diutamakan adalah keamanan. Kedua adalah biaya, karena untuk apa aman namun harganya mahal. Ketiga adalah misi. Misi yang dimaksud Habibi adalah untuk kategori pesawat komersial adalah memenangkan pasar.

Menurut Habibie, jagoan tempur tak bisa menjadi juara pasar. Alasannya sumber daya manusia yang terus mendesain pesawat tempur, tidak bisa menjadi nomor satu dalam mendesain pesawat komersial. Buktinya, tidak ada pesawat komersial Rusia atau China di dunia. "Yang ada hanya dari Eropa dan Amerika," ujarnya.

Sementara ketika ditanya terkait kecelakaan Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak beberapa waktu lalu, Habibie enggan berspekulasi dan lebih baik menunggu dari tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). "Black box sudah ditemukan, kita tunggu data dari black box itu," ujarnya. (eh)



VIVAnews

Es Krim Ramah Diabet ala Mahasiswa UGM

fotoTEMPO.CO, Yogyakarta : Sejumlah mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta mengembangkan jajanan es krim. Tapi bahan utamanya bukan yang jamak dipakai. Umumnya es krim terbuat dari lemak hewani, seperti susu sapi, sehingga pantang dikonsumsi oleh penderita lactose intolerance, mereka yang sedang diet, atau vegetarian.

Supaya mereka bisa menikmati es krim ini, para mahasiswa membuatnya dari bahan nabati dan jamu-jamuan sarat gizi. “Kami menggunakan sari kacang merah sebagai pengganti susu sapi, sehingga aman dikonsumsi bagai kalangan tersebut,” kata Elok Pawening Maharani.

Elok merupakan salah satu pemilik ide kreatif itu. Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian itu mencetuskan ide bersama rekan kuliahnya, yakni Sari Yuslia, Arif Sugianto, Anisa Dian Safitri, dan Aryo Dwi Nugroho.

Bahan nabati dan jamu-jamuan dipilih sebagai bahan baku atas dasar keprihatinan mereka terhadap rendahnya minat masyarakat Indonesia untuk mengkonsumsi jamu. Bahan tersebut umumnya dipakai sebagai bumbu masak dan obat herbal. “Jamu itu minuman menyehatkan, tetapi tidak praktis dan kurang diminati masyarakat karena kemasannya sering tak mendukung. Untuk itulah kami coba kemas dalam bentuk es krim,” kata dia, Jumat, 1 Juni 2012.

Karena bahan dasar itu, mereka menamai es krim itu dengan label Herbatic atau Herbal Nabati Ice Cream. Karena bahan bersifat herbal es krim menyehatkan karena dalam jahe, temulawak, kunyit, dan kencur. Dalam bahan tadi terkandung zat aktif minyak atsiri, zingerone, antimikrobia, antioksidan, polifenol, curcumin, shogaol, geraniol, dan alkaloid. “Senyawa tersebut sangat menyehatkan tubuh,” kata Anisa.

Es krim ini pun aman buat penderita diabetes. Pasalnya kacang merah dan jamu-jamuan mengandung indeks glikemik sangat rendah, yakni 22-32. Kandungan glikemik yang rendah aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. Tubuh mencerna kacang merah dan jamu secara lambat sehingga kadar gula darah meningkat perlahan. “Jadi, insulin yang dibutuhkan lebih sedikit dibandingkan kebanyakan makanan kaya karbohidrat,” kata dia.

Tak hanya kacang merah, Herbatic diklaim sebagai produk es krim herbal karena tak memakai telur, mentega, dan gelatin. Sebagai gantinya mereka memakai margarin dan maizena. “Mentega diganti margarin dan gelatin diganti maizena sehingga es krim ini sangat inovatif dan berbeda," kata Anisa.

Gizinya pun tak kalah dari es krim lain. Apalagi es krim ini tanpa pengawet dan dibuat secara sederhana. Sari Yuslia menceritakan cara pembuatan es krim tadi. Semula kacang merah direbus untuk diambil sarinya. Sari kacang merah diolah bersama margarin, gula pasir, tepung agar-agar, vanili, garam, dan perasa alami, seperti jahe, temulawak, kencur, kunyit, asam jawa, dan secang.

Rasa bisa dikreasi dengan berbagai rupa, semisal dari jahe, kunyit asam, kencur, temu lawak, atau jahe merah. Sebagai variasi, topping bisa diberi meises, selai blueberry, cokelat, dan lainnya. Rasanya cles..., tak salah untuk dicoba.[PRIBADI WICAKSONO]


TEMPO.CO

Jumat, 01 Juni 2012

Sepeda untuk Produksi Listrik

Warga kota kini cenderung berolahraga dalam ruang. Biasanya mereka menggunakan treadmill atau sepeda statis. Energi yang dihasilkan lewat kayuhan sepeda statis ternyata dapat dimanfaatkan untuk produksi listrik. Sulaeman Budi Sunarto dari Karanganyar, Jawa Tengah, merancang sepeda untuk itu.

Hal ini tidak mahal. Sepeda dirancang agar ban belakang bisa memutar kumparan alternator atau dinamo amper mobil bekas yang didapat di pasar loak,” kata Budi (49), ketika ditemui di Desa Doplang, Karangpandan, Karanganyar, pertengahan Mei.

Budi merupakan inovator perseorangan. Tahun 1998, ia mendirikan Koperasi Serba Usaha Agro Makmur di Doplang. Orientasinya, untuk membangun kemandirian energi di pedesaan. Rintisan awal dengan membuat bahan bakar bioetanol dari singkong. Kemudian dikembangkan bioetanol dari berbagai limbah pertanian dengan proses fermentasi.

Berbagai penghargaan dari pemerintah atas rintisan energi terbarukan di pedesaan pernah diperolehnya. Yang terbaru, Budi menggunakan sepeda untuk memproduksi energi listrik murah dan ramah lingkungan.

Budi memanfaatkan barang bekas, seperti alternator.

Alternator adalah peralatan elektromekanik untuk mobil. Alat ini mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Energi mekanik diperoleh dari putaran mesin yang dihasilkan dari proses pembakaran. Pasokan listrik kemudian ditampung ke dalam aki atau baterai.

Alternator bekerja pada saat mesin hidup. Ini memasok listrik ke aki agar siap pakai, sama halnya dengan generator sebagai pembangkit listrik. Namun, ada beberapa perbedaan mendasar jika dibandingkan dengan generator.

Alternator memiliki kumparan medan diam, sedangkan generator dengan kumparan medan berputar. Produksi arus listrik pada alternator menggunakan diode penyearah yang dapat menghasilkan daya lebih besar. Pada generator menggunakan komutator untuk memproduksi arus listrik.

Umumnya, setiap mobil memakai peralatan alternator ini. Industri mobil mulai menggunakan sejak tahun 1967.

 Mudah dan Murah

Penggunaan alternator bermacam-macam. Masyarakat awam kerap menyebutnya sebagai dinamo. Misalnya, dinamo untuk penggerak wiper (pembersih kaca), dinamo motor washer (penyemprot air untuk mencuci kaca), dinamo starter, dan dinamo paling besar untuk memenuhi kebutuhan listrik mobil secara keseluruhan mobil.

Dinamo (alternator) memiliki usia optimum pemakaian di mobil sehingga tidak sulit untuk menemukan alternator bekas. ”Harga alternator bekas yang masih bisa digunakan sekitar Rp 300.000,” kata Budi.

Budi menunjukkan pemasangan dua alternator pada rancangan sepedanya. Rancangannya sederhana. Roda belakang dibuat menggantung. Putaran ban belakang akan menggesek dan memutar pipa silinder sebagai penggerak gerigi. Putaran gerigi dihubungkan pada kumparan pembangkit (stator). Kemudian dihasilkan listrik untuk ditampung ke dalam aki.

Budi mengatakan, sebenarnya alternator perlu ditambah sehingga menjadi empat agar lebih optimal dalam memproduksi listrik. Masing-masing aki dirancang dengan kapasitas 12 volt. Listrik yang diproduksi cukup untuk lampu rendah daya.

Budi menunjukkan, beberapa lampu LED dengan daya listrik bisa disetel 1-3 watt. Ketika disetel optimum 3 watt, sinar lampunya tidak kalah terang dengan lampu tabung.

 Bebas Listrik PLN

Budi mengatakan, sepeda untuk memproduksi listrik di rumah menjadi bagian dari obsesi rumah bebas dari listrik PLN. Budi menggantikan listrik PLN dengan listrik yang dihasilkan dengan sumber energi terbarukan. Tetapi, hal itu tidak bisa semata-mata mengandalkan sepeda kayuh yang kapasitas listriknya masih terbatas.

”Kebutuhan listrik lain dipenuhi dengan panel surya dan generator berbahan bakar bioetanol dan biogas,” kata Budi.

Ia menggunakan dua panel surya berkapasitas 50 watt peak dan satu panel surya 10 watt peak. Selain itu, ada juga beberapa generator berkapasitas lebih dari 1.000 watt dengan bahan bakar bioetanol dan biogas buatan sendiri.

Bioetanol dimanfaatkan Budi untuk pengganti premium kendaraan. Bioetanolnya berkadar rendah, 80 persen, dengan modifikasi kendaraan pada karburatornya. Inovasi bahan bakar untuk kendaraan roda dua juga diterapkan Budi dengan bahan bakar elpiji.

”Satu tabung elpiji kecil dengan kapasitas 3 kilogram mampu menjalankan sepeda motor sampai 600 kilometer,” kata Budi.

Kondisi masyarakat pedesaan yang terisolasi dan tidak mendapatkan listrik dari PLN masih banyak. Budi berpendapat, kemandirian dengan energi murah dan bisa diproduksi sendiri oleh masyarakat menjadi salah satu kunci dalam pembangunan.

”Kemandirian energi bukan sesuatu yang mustahil untuk dicapai masyarakat,” kata Budi. Bahan baku untuk mewujudkan listrik dengan energi terbarukan di Indonesia tergolong berlimpah.

Sepeda kayuh statis penghasil listrik hasil rancangan Budi menjadi contoh. Sepeda itu tak sekadar menyediakan energi listrik, tetapi juga memberikan kesehatan dan vitalitas bagi penggunanya. (Kompas, 1 Juni 2012/ humasristek)

Belgia-RI Siap Kerja Sama Riset Biologi

LONDON--MICOM: Belgia siap menjalin kerja sama dengan Indonesia dalam riset biologi dan menyalurkan hasilnya ke industri melalui kontrak industri farmasi serta investasi kepada perusahaan yang akan dibangun.

Hal itu diungkapkan Direktur Lembaga Riset VIB, Jo Bury, PhD, MBA kepada Wakil Menteri Kesehatan RI Prof Dr Ali Ghufron Mukti, MSc, PhD, di Belgia.

Menurut Dubes RI untuk Brusel Arif Havas Oegroseno mengatakan Wakil Menteri Kesehatan yang didampingi delegasi Kementerian Kesehatan RI dan Dubes Arif Havas Oegroseno melakukan pertemuan di kantor pusat VIB di Ghent, serta meninjau fasilitas riset yang dimiliki oleh VIB.

VIB memiliki 1.249 ilmuwan yang berasal dari 57 negara dan jumlah warga Belgia hanya 29 persen. Sayangnya, belum ada ilmuwan Indonesia yang bekerja di VIB. Para ilmuwan VIB menulis di 108 publikasi biologi top dunia.

Dari sisi bisnis, VIB memiliki kerja sama industri sejumlah 653 proyek dan memperkerjakan 471 orang di perusahaan-perusahaan start-up. 

Empat universitas unggulan dari Belgia, yakni K.U. Leuven, Ghent University, Brussels University dan Hasselt University, berkolaborasi dan membentuk satu lembaga riset bersama VIB (Vlaams Institute of Biotechnology: www.vib.be).

VIB mampu mengirimkan artikel ilmiah sejumlah 2 artikel per minggu dan menghasilkan 1 orang PhD per minggu. Saat ini VIB tercatat sebagai co-founder dari 12 perusahaan start-up yang dikembangkan melalui mekanisme spin-off.

Pola pengembangan hasil riset seperti yang dilakukan VIB adalah unik dan efektif. Di dalam VIB selain terdapat ilmuwan juga terdapat pengacara hak kekayaan intelektual dan pakar pengembangan bisnis dan investasi.

Pola ini memungkinkan diselenggarakan suatu kegiatan riset yang terarah dan menghasilkan produk-produk bioteknologi yang dapat segera dipasarkan ke masyarakat. (Ant/OL-9)


Ilmuwan Jepang akan teliti gempa di Palu

Palu (ANTARA News) - Tiga ilmuwan asal Jepang akan meneliti gempa bumi di Palu, Sulawesi Tengah, sekaligus memberikan pelatihan kepada mahasiswa dan masyarakat setempat.

Ketiga ilmuwan itu adalah Junji Kiyono dari Universitas Kyoto, serta Yusuke Ono dan Tatsuya Noguchi dari Universitas Tottori, kata

Junji Kiyono mengatakan hal tersebut saat menjadi pembicara dalam seminar ilmiah "Observasi Gempa dan Mitigasi Bencana Alam" yang dilaksanakan di Universitas Tadulako Palu, Jumat.

Junji Kiyono membandingkan gempa bumi yang terjadi di Aceh pada 2004 dan gempa di Jepang pada 2011.

Menurutnya, gempa bumi yang menyebabkan tsunami di Aceh dan di Jepang ada persamaan, yakni gelombang air laut naik secara perlahan dan sekitar 10 detik kemudian kecepatan air akan meningkat.

Dia mengaku tertarik melakukan penelitian di Palu karena wilayah ini mirip dengan kondisi geografis di Jepang.

Sementara Yusuke Ono dan Tatsuya Noguchi memperkenalkan alat untuk mengukur gempa tremor.

Noguchi mengatakan getaran tremor terjadi di permukaan bumi dan tidak dapat dirasakan oleh manusia sehingga untuk mengetahui kekuatan getaran itu diperlukan sensor.

Gempa tremor dengan kekuatan satu Hertz bisa berasal dari apa saja, seperti aktivitas pabrik, kendaraan di jalan raya, atau ledakan gunung.

Dalam waktu dekat ketiga ilmuwan Jepang yang didampingi peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Tadulako Palu, serta sejumlah mahasiswa akan melakukan penelitian tentang potensi gempa bumi di Palu.

Subagyo, peneliti gempa dari UGM, mengatakan dipilihnya Palu untuk menjadi objek penelitian karena kota ini dilewati sesar Palu Koro sepanjang hingga 1.000 kilometer yang berpotensi terjadi gempa bumi.

Para peneliti itu akan melakukan pengeboran di pegunungan Gawalise di Kecamatan Palu Barat.

Kota Palu di Provinsi Sulawesi Tengah adalah salah satu dari tujuh daerah rawan bencana alam yang ditetapkan oleh pemerintah.

Ketujuh daerah itu adalah DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bengkulu, Sumatera Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Tengah.

Subagyo berharap hasil penelitian yang dilakukan ilmuan Jepang dan peneliti lokal itu akan berguna bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

"Yang jelas hasilnya bisa menghindarkan korban lebih banyak," kata Subagyo. (R026/N002)